1 / 1

UPAYA MAKSIMAL KRI TAWAU, 8 WARGA YANG DITAHAN MALAYSIA AKHIRNYA DISERAHKAN KEMBALI

News Update – Kapal Jenis Sea-Rider milik TNI AL itu melesat begitu cepatnya dari Pelabuhan PLBL Lamijung ke Perbatasan laut Indonesia – Malaysia, tampak dibelakang juga mengikuti 3 Speedboat lainnya searah menuju satu titik di tengah laut dimana disana 2 Kapal Polis Marin Malaysia telah menunggu.

Itulah gambaran kesibukan di PLBL Lamijung hari ini, dimana pada hari ini, Rabu (17/02) Bupati Nunukan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S.IP.,M.Si dengan didampingi oleh Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto, SE., CTMP, Dansatgas Pamtas RI – Malaysia Batalyon Arhanud 16/SBC Mayor Arh Drian Priyambodo,SE, Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Washington Saut Dompak Napitupilu menjemput 8 Warga Kabupaten Nunukan yang ditangkap oleh Aparat Keamanan Malaysia (Pasukan Gerakan Am – PGA) saat melintas melakukan perjalanan malam dengan Speedboat dari Sungai Ular (Seimanggaris) – Nunukan pada Selasa (09/02).

Saat tiba bertemu di titik perairan yang sudah ditentukan, perpindahan 8 Warga yang ditahan tersebut lancar, selain pejabat Polis Malaysia, juga tampak hadir di dalam kapal Malaysia petugas dari Konsulat Jenderal RI di Tawau diantaranya LO POLRI di KRI Tawau AKBP Ahmad Fadilan, ILO TNI di KRI Tawau Kapten Chb Ali Ikhsan, dan Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KRI Tawau Emir Faisal dan dua stafnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Sekretaris Daerah Serfianus menyampaikan terima kasih atas kerjasama dari Pemerintah Malaysia, khususnya Polis Marin Malaysia serta pihak KRI Tawau serta para LO dari kepolisian maupun dari TNI yang telah memfasilitasi pemulangan warga Kabupaten Nunukan yang ditahan di Malaysia beberapa Waktu yang lalu.

” Semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan lagi, secara khusus karena kita ini di daerah sempadan”, ujar Serfianus.

Setiba di Dermaga PLBL Lamijung Nunukan ke delapan warga Kabupaten Nunukan inipun disambut dengan ritual adat Dayak Agabag dengan tujuan untuk kembali memulihkan semangat warga yang telah ditahan sejak tanggal 9 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu, Bajib Misak, perwakilan warga yang ditahan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah, KRI Tawau dan LO Kepolisian serta LO TNI di KRI Tawau yang telah bekerja sangat baik dan memberikan pelayanan yang maksimal selama mereka berada di Tawau.

Bajib mengaku setiba di Tawau perlakuan pemerintah Malaysia dinilai baik, bahkan istri nya yang sedang sakit-pun dibawa dan dirawat dengan baik di Hospital ( Rumah Sakit), demikian juga halnya dengan upaya yang dilakukan KRI Tawau yang dinilainya sangat maksimal dalam menjaga warga yang ditahan.

Dalam keterangannya saat wawancara dengan pers, Sekda Serfianus menyampaikan pemerintah Daerah sudah mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak kembali terulang.

” Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan surat edaran agar Speedboat dengan rute Sungai Ular – Nunukan maksimal beroperasi hingga pukul 5 sore”, ujar Serfianus.

Langkah selanjutnya Pemerintah Daerah juga telah bersurat agar dapat dibangun pos keamanan gabungan pada daerah yang sering ada kejadian. Namun demikian dikarenakan hal ini sudah menyangkut hubungan dua negara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maka usulan ini perlu dibicarakan ke tingkat yang lebih tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto, SE., CTMP pada kesempatan ini juga menjelaskan bahwa merujuk pada hukum laut internasional bahwa apabila ada perbatasan dalam bentuk perairan berbentuk sungai ataupun laut yang dibatasi oleh dua daratan dari masing – masing kedua negara maka itu dibagi dua.

” Sehingga kondisinya saat ini di sungai ular itu terbagi dua walaupun tidak ada garis nyatanya, garis maya dan terbagi dua dalam peta perbatasan kita,. Kendalanya adalah disini, karena masyarakat lokal saya yakin tidak memahami dengan batas batas ini karena jalur ini sudah dipergunakan sejak mereka lahir, mencari ikan dan lain sebagainya kadangkala tanpa sadar mereka masuk wilayah Malaysia”, ujar Nonot.

Lebih lanjut Danlanal menjelaskan bahwa secara geografis Sungai Ular apabila dalam kondisi surut air lebih mengarah ke wilayah Malaysia. Dasarnya akan mengarah ke Malaysia, sehingga otomatis secara reflek pemilik Speedboat akan mengikuti arus yang dalam dan secara tidak sadar telah memasuki wilayah Malaysia.

Namun demikian, menyikapi hal tersebut Danlanal beserta jajaran TNI Polri siap untuk mendukung rencana jangka pendek yang dijalankan oleh pemerintah Daerah.

” Jika ada yang akan melakukan perjalanan malam maka akan dilakukan pengawalan gabungan dari kami Lanal, Satgas Pamtas, Kepolisian, dan Imigrasi”, tuturnya. (Humas/Diskominfotik)

Bagikan ke...

Meirita Syaputri

Comments

X