1 / 1

POTONG SAPI TANDA UCAPAN SYUKUR, 30 WARGA SUNGAI BATANG TERIMA IJAZAH PAKET A

News Update – Seekor sapi yang dipotong sebagai penanda ucapan syukur seakan menyempurnakan wajah wajah sumringah 30 orang paruh baya yang tampak bersiap menerima ijazah Paket A. Wajah ceria dan senyum simpul tak bisa disembunyikan dari wajah mereka saat menyambut kedatangan Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, SE., M.Si yang hadir memenuhi undangannya.

Hari ini, Rabu (23/06) Berdasarkan ujian pendidikan kesetaraan dan memenuhi kriteria sesuai dengan perundang-undangan, sebanyak 30 warga Sungai Batang Desa Tanjung Karang menerima ijazah Pakat A setalah dinyatakan lulus dalam ujian paket A setara SD, dan Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah hadir memenuhi undangan acara syukuran dan pisah sambut yang dikemas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan itu.

Tampak pula hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kab. Nunukan Hamsing, S.IP, Muspika Kec. Sebatik, Kepala UPT. Satuan PNF SKB Sebatik Usman R, S. Pd, Kepala MI As’Adiyah kampus II sungai batang, dan Kepala Desa Tanjung Karang.

Menurut Wabup Hanafiah, menuntut ilmu dan selalu meningkatkan ilmu tidaklah ada berhentinya sebab pendidikan seperti pendidikan formal seperti anak-anak seusia sekolah dan sekolah nonformal seperti sekolah pendidikan kesetaraan sangat penting.

Menurut Wakil Bupati Hanafiah dalam status peserta yang mengikuti ujian paket ini sama dengan pendidikan formal anak-anak yang bersekolah di kelas VI dan lulus dan ijazahnya juga sama.

 

“Kalau kita melihat dimana-mana ada yang memiliki ijazah paket C sekarang banyak yang menempuh pendidika sarjana. Jadi peserta yang sekarang yang paket A ini jangan mundur, karena saya melihat usia-usianya masih usia produktif kemungkinan sekitar usia dibawah 40 atau 35 tahun saya lihat. Sebenarnya tidak terbatas bagi bapak, ibu untuk menuntut ilmu sampai nanti kejenjang yang lebih tinggi bahkan nanti sampai ke paket C, setelah paket C bisa melanjutkan ke perguruan tinggi”, ujarnya.

H. Hanafiah juga mengatakan bahkan pada usia-usia yang memang secara undang-undang kepegawaian dimungkinkan pemilik ijazah Paket bisa melamar sebagai ASN, tidak lagi membedakan ijazah paket ataupun bukan paket karena memang dihargai dalam sistem kependidikan berdasarkan undang-undang nomor 20.

 

” Jadi kembali saya sampaikan bahwasannya maju dan tidak majunya sebuah kabupaten itu ditandai salah satu indikatornya adalah pendidikan. Semakin tinggi masyarakat kita memiliki pendidikan atau semakin kurang yang tidak bisa membaca atau tidak mengikuti paket itu semakin bagus”, tambahnya.

Oleh karena itu Hanfiah berharap ketika anak diusia sekolah ada wajib belajar 12 tahun. 12 tahun itu artinya anak anak harus lulus sampai ke tingkat SMA itu minimal.

 

“Sekolah sekarang tidak ada biaya, anak kita harus sekolah mulai usia 7 tahun hingga usia 17 atau 18 tahun itu wajib pendidikan bagi mereka bahkan sampai kejenjang perguruan tinggi. Karena dengan kualitas SDM yang baik baru bangsa ini bisa hebat dan bisa maju seperti negara-negara lain. Jadi kita berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah, tidak ada lagi anak yg tidak sekolah. Kalau ada anak-anak kita yang putus sekolah masukan ke sekolah paket, sehingga mereka memiliki ijazah”, ujarnya lebih lanjut.

Pendidikan, menurut Hanafiah adalah salah satu hal yang dapat memutuskan ketidak berdayaan dan kemiskinan.

” Dalam keluarga kalau kita mau memutus mata rantai kemiskinan maka anak kita harus sekolah. Karena dengan sekolah anak kita memiliki pengetahuan yang memasuki pangsa kerja, jika kita lepas dimana-mana mereka bisa berhasil, tapi kalau mereka tidak memiliki pendidikan tidak akan bisa karena brain-nya tidak diisi dengan pendidikan yang baik. Jadi mari kita jadikan pulau Sebatik ini, karena saya pikir akses transportasinya masih mudah dan tenaga-tenaganya masih banyak khususnya di Desa Tanjung Karang ini tidak ada lagi yang buta aksara”, tambah Hanafiah.

Di akhir sambutannya Wabup Hanafiah memotivasi para lulusan Kejar Paket A ini untuk melanjutkan ke jenjang Kejar Paket yang lebih tinggi.

 

” Meskipun di usia tua tidak masalah karena dengan pendidikan itu bisa membantu. Untuk bapak, ibu yang lulus paket A, ayo lanjutkan sampai ke paket C, kalau nanti bisa lulus sampai paket C saya akan datang kembali kesini. Karena saya pikir ini sangat luar biasa semangatnya yang perlu kita hargai dan kita acungkan jempol karena kita semua kegiatan belajar seperti ini bisa terlaksana dengan baik”, tuturnya sembari menutup sambutannya.

Diakhir acara Wakil Bupati H. Hanafiah menyerahkan secara simbolis surat kelulusan kepada perwakilan warga yang telah lulus mengikuti pendidikan kesetaraan paket A setingkat SD. (Humas/Diskominfotik)

Bagikan ke...

Meirita Syaputri

Comments

X