SEMINAR PENANGANAN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA PERINGATAN HARI TB SEDUNIA
News Update

By Muhammad Firdaus (Kelas Linux) 22 Apr 2018, 13:21:18 WIBKesehatan

SEMINAR PENANGANAN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA PERINGATAN HARI TB SEDUNIA

Keterangan Gambar : Foto bersama tamu undangan dan peserta seminar.


Tuberkulosis (TBC/ TB/ KP) adalah infeksi kuman TBC yang sering mengenai paru-paru atau organ lainnya. TB sendiri merupakan penyakit tertua yang dikenal dalam sejarah. Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan melaksanakan Kampanye Hari TB Sedunia dan Seminar Penanganan Tuberkulosis di Hotel Laura Nunukan pada Sabtu pagi tadi (24/3).

Informasi yang tersebar kepada masyarakat terkait penyakit TB diharapkan bisa terklarifikasi berkenaan dengan penyebaran penyakit TB melalui kegiatan yang dilaksanakan Dinkes ini. Dalam Permenkes 2016 telah jelas dijabarkan tentang tujuan dan target penanggulangan, yaitu melindungi kesehatan masyarakat dari penularan TB agar tidak terjadi kesakitan, kematian, dan kecacatan. Adapun target program nasional penaggulangan TB sesuai dengan target eliminasi global adalah eliminasi TB pada tahun 2035 dan Indonesia bebas TB tahun 2050.

Disamping itu, Dinas Kesehatan sendiri sedang gencar-gencarnya merangkul Kader Kesehatan yang terdiri dari semua anggota masyarakat yang bersedia, berminat, dan mempunyai kepedulian terhadap masalah sosial dan kesehatan, termasuk masalah TB. “Tujuan dari diadakannya seminar ini adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan para kader dalam mengenali gejala TB di masyarakat,” ungkap H. Machmud selaku ketua panitia.

"Tentunya dengan melibatkan kader maka jangkauan pelayanan untuk menemukan atau mendeteksi dini kasus TB akan lebih besar kemungkinannya ditemukan,” ujar H. Usman dalam sambutannya selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara yang juga sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang berisi pemaparan materi dari narasumber dan terdapat pula sesi tanya jawab. (MRP/editor:RDJ)