​Persatuan Membangun Negeri Jadi Fokus Utama Dalam Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017
News Update

By Rian Fernando (Kelas Linux) 22 Apr 2018, 21:23:00 WIBSejarah Indonesia

​Persatuan Membangun Negeri Jadi Fokus Utama Dalam Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017

Keterangan Gambar :


News Update – Bangsa Indonesia mengenang para pahlawan dan perintis Kemerdekaan akan sejarah pertempuran dalam mempertahankan Kemerdekaan yang terjadi di Surabaya, 10 November 1945 silam, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pemerintah Kabupaten Nunukan turut memperingati hari bersejarah tersebut, dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Ke-72 tahun 2017 yang digelar di Halaman Kantor Bupati pagi ini. (10/11)
Pesan – pesan pahlawan juga menjadi bagian dalam rangkaian upacara bendera peringatan Hari Pahlawan yang mengusung tema “Memperkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Pesan – pesan pahlawan yang disampaikan, dimaksud untuk menjadi pemicu semangat, menyalakan api “harapan” agar menjadi pematik bagi generasi bangsa untuk terus melanjutkan perjuangan pahlawan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Bupati Nunukan selaku Inspektur Upacara, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017. Dalam amanat, Menteri Sosial RI mengatakan, “apabila kita mampu bersatu sebagai satu bangsa, maka kita dapat maju bersama – sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.”
Menteri Sosial RI Khofifah Indah Parawansa juga menyampaikan bahwa kita dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan dalam setiap rangkaian perjuang kepahlawanaan yang membentuk keindonesiaan. “Api yang membentuk terbangunnya persatuan Indonesia terdiri atas 2 hal, yakni harapan dan pengorbanan. Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia,” ungkapnya.
Riwayat Republik Indonesia menorehkan banyak teladan tentang semangat untuk berkorban menjaga persatuan Indonesia. “Semangat kebangsaan kita, yang juga kita kenang hari ini di Hari Pahlawan, adalah sebuah nasionalisme yang dilandasi oleh kemanusiaan universal, bukan nasionalisme yang sempit,” tambahnya.
Dalam era kemajuan global seperti ini, negara – negara Asia dianggap sebagai kutub – kutub baru kemajuan peradaban dunia. “Persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus kita rawat sebagai suatu bangsa. Namun lebih dari itu, persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita untuk menjadi bagian dari kekuatan yang tengah tumbuh. Pada kesempatan yang baik ini, kami mengajak pada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini. Selamat Hari Pahlawan Tahun 2017,” tutup Khofifah dalam amanatnya yang dibacakan oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, SE, MM.
Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan dihadiri oleh veteran – veteran, unsur Muspida, unsur SKPD, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi wanita, serta pelajar yang ada di Kabupaten Nunukan. Bupati Nunukan berfoto bersama veteran Nunukan sebelum meninggalkan lokasi upacara, menuju Pangkalan Angkatan Laut Nunukan untuk menghadiri Upacara Tabur Bunga di Laut. (RDJ / foto : Tirta)