1 / 1

Negara Mengalami Resesi, Masyarakat Harus Kreatif dan Selalu Optimis

WARTA HUMAS – Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, ekonomi negara akhirnya dinyatakan mengalami resesi pada kuartal III Tahun 2020. Perkiraaan angka pertumbuhan ekonomi juga direvisi oleh pemerintah, dari awalnya minus 1.1 % hingga positif 0,2 % menjadi minus 1,7 % hingga minus 0,6 %. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa saat yang lalu.

Sebelum Indonesia, beberapa negara di wilayah ASEAN justru sudah terlebih dahulu mengalami resesi, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Resesi yang dialami oleh puluhan negara di dunia saat ini disebabkan oleh pandemi covid – 19 yang melumpuhkan nyaris hampir semua sektor perekonomian.

Lantas sebetulnya apa itu resesi, dan apa dampaknya bagi masyarakat ? Secara sederhana, resesi adalah situasi dimana roda ekonomi di suatu negara sedang istirahat. Karena sedang istirahat, maka perputaran roda perekonomian di tengah masyarakat pun akan mengalami perlambatan, bahkan berhenti sama sekali. Resesi biasanya akan mengakibatkan terjadi penurunan daya beli di masyarakat, angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertambah, pengangguran bertambah, pendapatan masyarakat turun, dan pendapatan kelompok usaha juga turun.

Situasinya memang tidak mudah, namun masyarakat tidak perlu merasakan panik yang berlebihan menghadapi resesi ini, karena situasi yang sama juga dialami oleh hampir seluruh negara di dunia.
Berikut ini adalah beberapa trik yang dapat dilakukan oleh masyarakat, agar di saat resesi seperti ini kita masih bisa bertahan, sekaligus tetap menggerakkan roda perekonomian.

Langkah – Langkah tersebut antara lain melindungi sumber penghasilan yang sudah ada selama ini. Artinya, usahakan tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Berikutnya adalah miliki dana cadangan, atau usahakan sedapat mungkin memiliki tabungan, karena kita tidak mengetahui situasi yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan – bisa saja kita terkena PHK, atau perusahaan tempat kita bekerja tutup dan lain sebagainya. Selanjutnya, efektifkan belanja atau jangan boros, berikan prioritas untuk belanja barang – barang kebutuhan pokok dan tunda rencana membeli barang yang tidak terlalu mendesak, dan yang terakhir tetap harus belanja rutin di toko – toko kecil, di pasar – pasar supaya ekonomi di tengah masyarakat masih bisa berputar.

Dan yang tidak kalah penting, adalah jangan panik, terus kreatif, dan harus selalu optimis menatap masa depan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kuat dan Tangguh, insya allah akan mampu melewati kondisi ini dengan baik. (HUMAS)

Bagikan ke...

abdurrahman rahman

Comments