SAJADAH PANJANG UNTUK TMMD DI TANAH PERBATASAN

By Diskominfotik Nunukan 21 Jul 2017, 15:58:22 WIBDaerah

SAJADAH PANJANG UNTUK TMMD DI TANAH PERBATASAN

Keterangan Gambar : Gotong royong antara warga dan TNI dalam membangun jalan


Ada sajadah panjang terbentang

Dari kaki buaian

Sampai ke tepi, kuburan hamba

kuburan hamba, bila mati

 

Ada sajadah panjang terbentang

Dari kaki buaian

Sampai ke tepi, kuburan hamba

kuburan hamba, bila mati

 

Ada sajadah panjang terbentang

Hamba tunduk dan sujud

Di atas sajadah yang panjang ini

Diselingi sekedar interupsi

Mencari rezeki, mencari ilmu...."

 

TMMD99, NUNUKAN - Anda mungkin masih ingat dengan syair diatas? Ya, itulah petikan lirik lagu "Sajadah Panjang" yang dipopulerkan oleh Bimbo di era 60an. Dan  kembali dirilis ulang tahun 2017 ini oleh band ternama tanah air Noah dalam album religi mereka . Karya musikalisasi oleh Bimbo dan Noah bertajuk Sajadah Panjang sejatihnya adalah syair  puisi dari Taufik Ismail.

 Sajadah umumnya kita kenal sebagai alas untuk menunaikan shalat. Shalat sendiri merupakan ibadah dan amal saleh bagi yang mengerjakannya. Mungkin Taufik Ismail ingin berpesan menyampaikan, bahwa kehidupan manusia ibarat sajadah panjang. Sajadah telah terbentang sejak manusia dilahirkan hingga dijemput kematian, dihantar ke kuburan, dan sajadah pun ditutup.

Kehidupan seperti sajadah panjang yang terbentang. Kehidupan adalah tempat, ruang, dan wadah untuk beribadah. Tentu saja bukan ibadah dalam konotasi yang dipersempit seperti tafsiran sekulerisme.

 Ibadah bukan melulu shalat dan beri’tikaf dalam mesjid. Namun ibadah adalah menyesuaikan kehidupan dalam segenap aspeknya dengan tuntunan agama. Lalu bagaimana dengan aktivitas duniawi Aparat TNI atau  POLRI yang  juga bertugas  melayani dan menjaga keamanan  agar tercipta suasana yang aman, tenang serta kondusif di wilayah perbatasan pun demi utuhnya wilayah Negara kesatuan republik indonesia. Jargon Tujuan Manunggalkan diri bersama Rakyat adalah sebuah nilai luhur yang bisa dimaknai sebagai bentuk akhlakul karimah( kepribadian baik ) atau sikap yang terbaik, seperti yang disyaratkan  Dalam sebuah Riwayat Hadist” Sebaik-baiknya Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi  Manusia “ disinilah implementasi dan peranan penyatuan Tentara bersama Rakyat dapat kita rasakan manfaatnya lewat aksi nyata yang bersifat fisik maupun  non fisik. Tentara  Negara Indonesia telah membuktikan derma dan abdi mereka kepada Negara Indonesia dan Rakyatnya, Tugas tersebut didestruktifkan sebagai sebuah interupsi  dalam syair diatas atau menjadi jedah dalam Ibadah Vertikal ( Hubungan kepada Allah ) dan melanjutkannya dengan Ibadah Horizontal( Hubungan kepada sesama manusia /Sosial ).

Islam melihat Ikhtiar/berkerja untuk menjemput rejeki menjadi Ibadah, tentu tetap dalam tuntunan dan aturan agama ( syariat ). Sehingga pekerjaan seperti korupsi, memonopoli perdagangan, pelacur, provokatif, terorisme ,radikalisme, pelanggaran hukum, anti toleransi, penyalahgunaan narkoba, memecah belah dan mengancam persatuan, perampok  semua itu bukan tergolong pekerjaan yang bernilai ibadah malah sebaliknya ia merusak dan menambah dosa pelakunya . Tentu apa pun pekerjaan dan profesi kita, dalam mencari rejeki, dan kesuksesan dunia bukan membuat kita lalai , lupa, dan alpa dari beribadah pada Maha Kuasa.

 

TMMD Bela Negara di Perbatasan

 

 Dalam perspektif geopolitik, bela negara adalah konsep sentral yang sangat krusial. Suatu bangsa yang telah kehilangan negara, tanah, dan wilayahnya adalah bangsa yang kemudian akan hilang kebudayaan dan jati-dirinya sebagai sebuah entitas di muka bumi ini.

Bela negara adalah state’s rights yang harusnya diprogramkan oleh setiap negara yang ingin terus bertahan. Untuk bisa bertahan, sebuah negara mestilah maju secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan dan merata dipahami oleh tiap-tiap jiwa rakyatnya.Jika program bela negara tidak terealisasi, bisa saja sebuah negara tersebut maju secara ekonomi, namun mundur secara akhlak, politik, sosial dan budaya. Bisa saja sebuah negara maju secara teknologi dan militer, namun mundur secara ideology dan prinsip.

Bela negara adalah sebuah kegiatan yang sangat perlu dipersiapkan jika Bangsa Indonesia tidak mau kehilangan tanahnya jengkal demi jengkal. Bela negara adalah program yang sangat urgen untuk dirumuskan agar rakyat Indonesia tidak digagahi oleh bangsa atau negara lain. Dalam geopolitik, ketahanan wilayah adalah modal politik yang paling penting untuk dipertahankan.

Operasi Bakti TNI dalam Tugas Bela Negara juga menjadi perintah Allah SWT dalam Firmannya QS. Al Baqarah :218 “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad (di jalan Allah mereka itulah yang mengharapkan Rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang “. Banyak hal bisa dilakukan demi terwujudnya bela negara yang tangguh dan kokoh. Misalnya dengan memanfaatkan potensi rakyat Indonesia yang saat ini sedang mendapatkan berkah bonus demografi, yang bisa dimanfaatkan sebagai energi dan spirit untuk bela Negara di daerah perbatasan khususnya di Kabupaten Nunukan .

Peran TMMD dalam Bela Negara adalah wujud nyata Operasi Bakti TNI yang berkerjasama dengan Lintas Sektoral antara TNI, kementerian/Lembaga Pemerintah non kementerian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam rangka membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di Daerah dan menciptakan katahanan wilayah yang tangguh.

 

 Menapak langkah TMMD dalam Manunggal bersama Rakyat dan Membangun Desa

 

TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) di Wilayah Perbatasan ke- 99 KODIM 0911 / Nunukan Tahun Anggaran 2017 di Desa Tabur Lestari dan Desa Srinanti Kecamatan Seimenggaris merupakan program terpadu lintas sektoral dalam rangka membantu pemerintah lingkup Provinsi dan kabupaten guna mengakselerasi pembangunan, pmberdayaan masyarakat, meningkatkan ketahanan wilayah, mendinamisir rakyat perdesaan dalam membangun lingkungannya serta memantapkan kemanunggalan TNI bersama Rakyat.

SETIAP tahun TMMD yang selalu diadakan, tempatnya selalu berpindah – pindah, dari desa satu ke desa yang lain. Kegiatan ini mengedepankan kepentingan masyarakat dan juga implementasi kegiatan gotong royong secara utuh. Di Tahun 2017 ini Kodim 0911/ Nunukan dengan kondisi wilayah territorial berada dalam perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia ikut andil membantu Pemerintah mewujudkan kesamaan Visi dan Misi menyejahterakan masyarakat lewat Pembangunan baik bersifat fisik dan Non Fisik dalam rangka mewujudkan Ruang Juang, Alat Juang, dan konsisi Juang yang tangguh dengan pendekatan persuasif,  semangat gotong royong, edukatif,kekeluargaan,  dan persaudaraan serta meningkatnya partsifasi aktif masyarakat .

Melalui TMMD yang merupakan kegiatan lintas sektoral, bersama pemerintah daerah dan masyarakat, istilah tersebut sebenarnya pernah terkenal dengan sebutan tentara masuk desa, atau lebih tepatnya ABRI Masuk Desa( AMD ) pada era  1980-an. Dan kini TMMD menjadi bagian penting dalam usaha dari wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.   TNI akan membangun infrastrukur berupa pemeliharaan dan pembangunan badan jalan,semenisasi jalan,  pembangunan lanjutan Lapangan Desa, Rehab Rumah Ibadah, pembuatan taman baca dan taman wifi  , juga akan memperbaiki sarana dan prasarana fasilitas umum seperti puskesmas, dan musallah sesuai sasaran fisik yang diprogramkan dalam rencana aksi TMMD di Tahun Anggaran 2017.

 Bersamaan dengan itu TMMD juga melakukan pembangunan yang bersifat kegiatan nonfisik, seperti Penyuluhan Bela Negara, Pembekalan wawasan kebangsaaan, Penyuluhan ekonomi dalam sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan, mengadakan Penyuluhan Hukum, Pencegahan , Pengedaran dan Penyalagunaan Narkoba, Penyuluhan akan bahaya gerakan radikalisme, pemberantasan terorisme, penyitaan senjata api rakitan yang rawan disalagunakan, ceramah-ceramah agama dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu kepada warga sekitar khususnya menyasar pada 2 (dua )  desa, di kabupaten Nunukan

Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 di Desa Tabur Lestari dan Desa Srinanti di kecamatan Seimanggaris dapat ditempuh 2 - 3 jam lewat jalur sungai dari pusat kota Nunukan. Kondisi  ini memang menggambarkan perbatasan dengan segala keterbatasan dan ketertinggalannya. Mulai masalah sarana pendidikan yang serba minus, akses jalan rusak, ketersediaan air bersih yang jauh dari harapan juga SDM yang mayoritas petani sawit tidak terlalu memperhatikan apalagi memusingkan pendidikan anak-anak mereka.

Mayoritas anak-anak sekolah hanya menempuh pendidikan formal hingga tingkat SMK/SMA sederajat saja, dengan pola pikir yang ditanamkan berorientasi pada dunia lapangan, bukan pendidikan berbasis kelas akademik atau sekolah, mereka dididik kerja untuk cari uang di kebun sawit. Fasilitas untuk belajar pun bahkan sangat minim Kondisi ini semakin diperparah dengan musibah yang terjadi di SDN 004 Seimanggaris yang mengalami kebakaran sampai meluluhlantakkan semua fasilitas yang ada, akibatnya sekolah kian kekurangan dan kian memperpanjang rapor merah dunia pendidikan di desa ini.

Dengan adanya Program TMMD Tahun 2017 ini menjadikan Seimanggaris sebagai sasaran pembangunan, warga desa pun sangat menyambut gembira dan antusias, ada secercah harapan yang tersemat , jiwa gotong royong juga solidaritas warga Seimanggaris yang masih sangat lekat diyakini akan menjadi salah satu faktor keberhasilan untuk mensejahterakan warga perbatasan. TMMD yang menyasar Seimanggaris diharapkan menghidupkan dan menggerakkan laju roda ekonomi masyarakat dan mndenyutkan kembali nadi pembangunan di Seimenggaris, perbaikan jalan akan berpengaruh besar bagi lalu lintas pekebun sawit sebagai mata pencaharian utama masyarakat sehingga perlahan geliat ekonomi akan bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan menyejahterakan warga desa setempat.

TMMD ke- 99 digelar selama sebulan ke depan untuk desa pelosok Srinanti dan Tabur Lestari kecamatan Seimanggaris  melibatkan sekitar 150 personel terdiri dari 70 anggota TNI AD 0911 Nunukan, 30 anggota Yonif 614, TNI AL, Lanud Tarakan, Polres juga sejumlah SKPD di Nunukan. Anggaran TMMD berasal dari APBD setempat, dana hibah, maupun dari swadaya masyarakat.

Upacara pembukaan TNI Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Witas Ke-99 tahun 2017 di Kabupaten Nunukan, dengan mengangkat tema “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah guna Menjaga Keutuhan NKRI”. Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan melalui Wakil Bupati Nunukan, Ir Faridil Murad yang hadir diacara tersebut di dalam sambutannya sangat berharap agar semua program TMMD diwilayah perbatasan benar-benar bisa terealisasi dan dirasakan manfaatnya dan bisa dinikmati bersama.

Manunggal berarti menjadi satu dalam sikap dan tingkah laku, berpadu sehingga tidak terpisahkan satu dengan yang lain, sepenggal kalimat yang memiliki makna sangat berarti dalam kesatuan Tentara Negara Indonesia (TNI) , dan tolak ukur atau indikator  keberhasilan TMMD adalah meningkatkan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat. TMMD kita harapkan mampu membangun semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan serta kepedulian sesama.

Ekspektasi Dengan adanya kegiatan TMMD Wiltas Ke-99 Tahun 2017 ini adalah  mampu mempercepat roda pembangunan yang selama ini terus digalakkan oleh pemerintah. Sebagaimana juga tertuang dalam NAWACITA Ke-3 Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo  yaitu membangun Indonesia dari Pinggiran untuk memperkuat daerah dan Desa.

Keberadaan TMMD dengan mencoba menyebarkan Semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat mengingatkan kita pada kutipan QS.Al – Mu’minuun 57-61 “ …… Mereka itulah orang-orang yang selalu bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan-kebaikan” juga seperti yang diisyaratkan dalam QS. Al. Maidah 2 : “ Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjkakan kebajikan dan taqwa…”

Bahwa hidup adalah tempat kita membentangkan sajadah untuk beribadah padanya hingga tiba saat kita menghadap kepada-Nya. TMMD telah menggelar Sajadah Panjangnya di Perbatasan ini.  Bertugas  untuk beribadah. Menjadikan setiap keterbatasan di Desa Tabur Lestari dan Desa Srinanti sebagai ladang amal, tidak hanya untuk  menjalankan tugas meliter , tapi juga tugas egaliter, tidak hanya mencari nafkah tapi juga sebagai refleksi untuk mencari pahala/ amal. Terus memberikan manfaat untuk sesama. Amalan dalam konotasi komprehensif. Menjalani kehidupan, mengerjakan tugas negara namun dengan Tetap mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Selamat Bertugas TNI ku, teruslah Menunggal Bersama Rakyat. ( Taufik/Nunukan )

 

Penulis : Taufik

#TMMD99 #UMUM



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • harga tiket pesawat lion air

    untuk menampung peserta pameran dan juga tidak menutup kemungkinan ada jajanan ringan ...

    View Article
  • harga tv led samsung

    pembagian sticker anti narkoba dan kampanye tolak narkoba sangat bagus tuh ...

    View Article
  • harga tv

    Para pelamar atau pendaftar CPNS Tahun 2017 khusus untuk wilayah Kabupaten Nunukan ...

    View Article
  • harga kulkas

    selamat bekerja kepada pengurus yang baru dilantik dan selamat mengabdi bagi pelayanan ...

    View Article