NEWS FLASH

Informasi Nunukan

Potensi Perikanan di Kawasan Pesisir Nunukan Sangat Besar

Humas Pemkab Nunukan | Jumat, 11 Maret 2016 - 15:05:25 WIB | dibaca: 1959 pembaca

Pembangunan kawasan konservasi wilayah pesisir adalah salah satu pilar yang harus dilakukan jika ingin mewujudkan Kabupaten Nunukan sebagai sentra produksi perikanan.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Nunukan Tommy Harun ketika membuka Acara Focus Group Discusion Harmonisasi Pengelolaan Kawasan dan Pulau – Pulau Kecil dan Konservasi di Hotel Laura, Rabu (24/2) lalu.

Menurut Tommmy Harun, Kabupaten Nunukan memiliki potensi kelautan yang sangat besar karena sebagian besar wilayahnya berupa kawasan pesisir dan pulau – pulau kecil. Potensi tersebut meliputi potensi perikanan tangkap dan budidaya, termasuk komoditi di bidang kelautan yang lain, misalnya budidaya rumput laut dan pariwisata.

Namun demikian, potensi besar tersebut baru sedikit yang dikelola secara baik. Selain karena belum ditunjang oleh teknologi, sumber daya manusia (SDM) masyarakat di kawasan pesisir belum memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai untuk mengolah potensi – potensi tersebut.

Untuk itulah diperlukan sinkronisasi dan upaya menyatukan paradigm diantara semua stakeholder perikanan yang terkait dalam mengelola potensi – potensi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Nunukan Dian Kusumanto menyebutkan bahwa Nunukan memiliki ratusan pulau – pulau kecil yang memiliki potensi kelautan sangat besar.

Walaupun belum bias dikelola secara maksimal, potensi besar tersebut harus terus dijaga untuk menjaga keberlangsungan ekosistemnya, sekaligus untuk menjaganya dari tindakan – tindakan illegal.

Menurutnya, ada 3 paradigma yang harus terus dikembangkan dalam pembangunan perikanan, yaitu keberlanjutan, kesejahteraan dan kedaulatan.

“Sampai saat ini baru ada 3 kawasan pesisir di Kabupaten Nunukan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, kawasan Setabu di Sebatik, Kawasan Tanjung Cantik di Nunukan, dan pulau – pulau singlak. Padahal kawasan – kawasan yang lain juga memiliki potensi yang tidak kalah besar,” kata Dian. (hms)