NEWS FLASH

Lintas Batas

H Abidin Tajang SH MSi : Rakoor Tim Pengawasan Orang di harapakan dapat menghasilkan dan memberikan

Nunukan Sebagai Perlintasan Kejahatan Trans Nasional

Humas Pemkab Nunukan | Selasa, 01 Oktober 2013 - 10:40:40 WIB | dibaca: 2380 pembaca

Asisten I Bidang pemerintahan H Abidin Tajang SA MSi saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang diwilayah Kabupaten Nunukan, Senin (309) di Hotel Fortune. (Ilham Humas Protokol)

Nunukan – Kabupaten Nunukan dengan luas wilayah  sekitar 14 Kilo Meter yang terdiri dari 16 kecamatan, dan diketahui 12 kecamatan merupakan wilayah perbatasn langsung dengan Wilayah Sabah dan Serawak Malaysia dengan panjang garis perbatasan mencapai 500 Kilo Meter terdiri dari batas darat, laut dan batas serta perairan lainnya menjadikan Kabupaten Nunukan menjadi wilayah strategis dan dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan Internasional seperti peredaran narkoba jaringan internasional, perdagangan Manusia (Baca; Trafficking), Illegal Fishing, perdagangan illegal. Hal tersebut disampaiakn Asisten Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Nunukan, H Abidin Tajang SH MSi, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Baca; Tim Pora) yang dilaksanakan di Hotel Fortune, Senin (30/9) lalu.
Abidin Tajang mengatakan dengan meilihat kondisi geografis dan kondisi riil dilapangan bagaimana pintu-pintu  perlintasan diwilayah perbatasan cukup terbuka,  maka salah satu persoalan yang krusial adalah adanya aktifitas perlintasan orang asing yang dalah wilayah hukum Indonesia, hal ini juga dipengaruhi adanya perlintasan secara tradisional masyarakat perbatasan baik aktifitas perdagangan secara tradisional dan aktifitas sosial lainnya mengingat adanya hubungan kekerabatan  diwilayah berbatasan.
“Dengan posisi Kabupaten Nunukan yang mempunyai letak secara geografis yang cukup strategis, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir Nunukan telah menjadi salah satu daerah perlintasan kejahatan trans nasional dan internasional seperti jaringan peradaran narkoba internasional, traficcking, bahkan kejahatan terorisme,” ungkapnya.
Abidin menyampaikan kepada seluruh peserta rakoor Tim Pengawasan Orang Asing untuk meningkatkan peningkatan sistem pengawasan aktifitas orang asing  baik pada pintu masuk yang resmi dan pintu masuk perlintasan tradisional.  Kemudian meningkatkan pengawasan terutama simpul informasi berkenaan dengan aktiftas keluar masuknya diperlintasan tradisional termasuk yang tidak menggunakan dokumen keimigrasian yang sah, sehingga jalur-jalur  tidak dimanfaatkan orang asing  yang mempunyai potensi menimbulkan gangguan dan ancaman keamanan ketertiban maupun kedaulatan.
“Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk mengoperasikan PLBL Lam Hiem Djung senbagaia pelabuhan lintas batasa diwilayah kabuapetn nunukan sehingga diharapakan seluruh pemangku kepentingan (baca; stekholder) agar dapat segera  melaksanakan langkah-langkah yang cepat segera dapat direalisasikan untuk dialihkan secepatnya,” Mintanya.
Abidin menambahkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktifitas orang asing diwilayah Kabupaten Nunukan khsususnya yang bekerja diberbagai sektor terutama diperkebunan kelapa sawit berkaitan dengan dokumen keimigrasian seperti izin tinggal, izin bekerja ataupun aktifitas lainnya serta mendorong upaya peningkatan status keimigrasin dipos-pos perlintasan lintas batas diwilayah perbatasan seperti diwilayah Krayan, Lumbis Ogong dan Sebatik sehingga pengawasan orang asing dapat dilaksanakan secara maksimal dan meningkatkan kordinasi dan membangun jaringan infromasi dan komunikasi dalam menentukan langkah yang cepat dan tepat terhadap berbagai persoalan yang timbul kerana aktifitas keluar masuknya orang asing di  Nunukan.
 “Saya harapkan agar melalui Rakoor Tim Pengawasan Orang dapat menghasilkan dan memberikan rumusan serta rekomendasi terkait dengan pengawasan orang asing diwilayah Kabupaten Nunukan,” Ujarnya.(hms-ayu)