NEWS FLASH

Informasi Umum

Ingin Bersaing, Kerajinan Rotan Sembakung Butuh Inovasi Model

Humas Pemkab Nunukan | Rabu, 02 November 2016 - 10:05:20 WIB | dibaca: 402 pembaca

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Anna Mardiana bersama Warga Para pengrajin rotan di Desa Butas Bagu dan Desa Lubok Kecamatan Sembakung

Para pengrajin rotan di Desa Butas Bagu dan Desa Lubok Kecamatan Sembakung diminta terus mengembangkan model dan jenis kerajinannya agar tidak ketinggalan jaman dan bisa menarik konsumen. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Ketua Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Anna Mardiana saat mengunjungi pusat pembuatan kerajinan rotan di desa tersebut, Jumat (28/10).

Menurut Anna Mardiana, potensi kerajinan rotan di kedua desa tersebut cukup besar, apalagi ditunjang dengan melimpahnya bahan mentah di hutan – hutan yang berada di wilayah tersebut. “Saya kira potensinya sangat besar ya, tinggal kita berikan pembinaan dan pelatihan saja kepada mereka agar tidak ketinggalan jaman bentuk dan modelnya,” kata Anna Mardiana.

Selain bentuk dan modelnya harus terus mengikuti perkembangan jaman, menurut Anna Mardiana, hal yang tidak boleh dilupakan jika ingin kerajinan rotan khas Sembakung bisa lebih dikenal adalah kualitas kerajinan itu sendiri. Jika selama ini proses penganyamannya masih mempergunakan tangan, maka ke depan menurutnya, para pengrajin harus mulai berpikir untuk beralih ke penggunaan mesin jahit sehingga hasilnya akan lebih rapi dan kuat. “Pemerintah nanti akan berupaya agar ada semacam bantuan mesin jahit kepada mereka,” ujarnya.

Berkumpul dengan para pengrajin rotan, istri Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad ini tampak begitu gembira. Ia terlihat begitu bersemangat mengamati berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para pengrajin, mulai dari tas, tikar, dan keranjang punggung. Kerajinan tangan dari bahan rotan di Desa Butas Bagu dan Lubok selama ini memang cukup diminati oleh masyarakat di Kecamatan Sembakung dan sekitarnya karena selain pengerjaannya lebih halus, motif dan sulamanya memiliki makna dan cerita yang menarik. Para pengrajin itu merupakan binaan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Kecamatan Sembakung. (HMS)